NEWS BARRU – Seekor ular piton sepanjang sekitar 4 meter berhasil dievakuasi personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, setelah memangsa dua ekor ayam ternak milik warga di Dusun Nane’e, Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 15.22 Wita.

Ular tersebut pertama kali ditemukan warga di dalam kandang ayam yang terletak di samping rumah pemiliknya. Mendapati hewan ternaknya sudah dimangsa, warga langsung menghubungi petugas Damkar untuk melakukan penanganan agar tidak membahayakan.
Evakuasi Berlangsung Kondusif
Setibanya di lokasi, petugas Damkar segera melakukan pengamanan area dan proses penangkapan. Dengan peralatan khusus, ular berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup.
“Kami menerima laporan dari warga bahwa ada ular piton besar masuk ke kandang ayam. Setelah tiba di lokasi, kami langsung melakukan evakuasi dan memastikan kondisi lingkungan aman,” ujar salah satu petugas Damkar Barru.
Proses penangkapan berlangsung sekitar 10 menit dan tidak menemui hambatan berarti. Warga sekitar turut menyaksikan evakuasi tersebut dari jarak aman.
Baca Juga : Ular Kobra Masuk di Teras Rumah Warga Barru, Damkar Evakuasi
Ular Diduga Keluar karena Mencari Makan
Petugas memperkirakan ular tersebut berasal dari area persawahan atau semak yang tidak jauh dari permukiman warga. Musim hujan yang menyebabkan wilayah tergenang juga kerap memicu satwa liar keluar mencari tempat lebih kering dan sumber makanan.
“Kemungkinan ular masuk karena kelaparan dan tertarik dengan bau ayam. Pergerakan satwa liar di musim hujan memang lebih sering terjadi,” jelas petugas.
Warga setempat mengaku resah karena kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi, meski tidak selalu melibatkan ular sebesar ini.
Damkar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Usai dievakuasi, ular piton tersebut dibawa petugas ke lokasi aman jauh dari permukiman untuk dilepas kembali ke habitatnya. Petugas Damkar juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang memiliki kandang ternak.
“Kami sarankan warga rutin memeriksa lingkungan sekitar, terutama di dekat semak atau lahan kosong. Jika menemukan satwa liar, segera hubungi tim Damkar atau aparat desa,” tambah petugas.
Kejadian ini menambah daftar laporan satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman di Kabupaten Barru. Warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan langkah antisipatif dan edukasi agar peristiwa serupa dapat diminimalkan.








