NEWS BARRU — Kepedulian terhadap warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) kembali ditunjukkan aparat kepolisian. Kapolsek Pujananting, Iptu Sahabuddin, S.Sos, turun langsung menangani kondisi seorang warga yang membutuhkan perhatian serius.

Ketika sebagian orang menganggap permasalahan kesehatan mental sebagai isu rumit dan kerap diabaikan, Kapolsek Pujananting memilih bersikap sebaliknya. Ia menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang hidup dengan keterbatasan.
Abu, pria asal Dusun Datae, Desa Patappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, menjadi perhatian khusus aparat. Kondisinya yang memerlukan pendampingan intensif mendorong Kapolsek Sahabuddin untuk terjun langsung memastikan penanganan yang tepat.
Menurut informasi, Kapolsek mendatangi kediaman warga tersebut untuk melihat kondisi secara langsung dan berkoordinasi dengan keluarga serta pihak desa. Upaya ini dilakukan guna memastikan bahwa Abu mendapatkan perlakuan yang manusiawi, aman, serta diarahkan pada pendampingan medis yang sesuai.
Sahabuddin menegaskan bahwa keberadaan ODGJ di tengah masyarakat membutuhkan perhatian bersama, bukan sekadar pengawasan tetapi juga dukungan agar mereka dapat hidup lebih layak.
“Kami hadir untuk membantu, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan. Warga seperti Abu harus mendapatkan pendampingan yang baik, dan kami siap bekerja sama dengan pemerintah desa maupun instansi terkait,” ujar Kapolsek.
Baca Juga : Perluas Pemberdayaan Disabilitas, PNM Dorong Pemerataan Pengembangan Industri Kreatif
Ia menambahkan bahwa kepolisian di tingkat sektor terus menggalakkan pendekatan humanis dalam menangani berbagai persoalan sosial. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polres Barru untuk mengedepankan layanan sosial, terutama bagi kelompok rentan.
Masyarakat menyambut positif tindakan Kapolsek Pujananting yang dianggap memberikan contoh nyata kepedulian terhadap sesama. Pendekatan langsung seperti ini diharapkan mampu mengurangi stigma negatif terhadap ODGJ serta mendorong dukungan yang lebih baik dari lingkungan sekitar.
Dengan keterlibatan aparat, pemerintah desa, dan keluarga, proses pendampingan terhadap Abu diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan ODGJ bukan hanya tugas tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan sosial yang aman, peduli, dan inklusif.








