Gotong Royong Wujud Sinergi: Babinsa dan Warga Tanru Tedong Berantas Sumbatan, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Asri
NEWS BARRU– Matahari pagi di Kelurahan Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, pada Senin (15/9/2025) belum menunjukkan teriknya. Namun, semangat warga dan seorang Babinsa (Bintara Pembina Desa) sudah membara. Bukan untuk berperang, melainkan untuk sebuah misi perdamaian yang berbeda: berperang melawan sampah dan lumpur yang menyumbat saluran air di Jalan Seruni. Senjata yang digunakan bukan senapan, tetapi cangkul, sekop, dan semangat gotong royong yang kian langka.
Kegiatan karya bakti ini diprakarsai oleh Serma Afzalul Rahman, Babinsa Koramil 05/Dua Pitue, yang tidak tinggal diam melihat masalah drainase yang kerap mengganggu warga binaannya. Saluran air yang seharusnya menjadi jalur lancarnya air hujan, berubah menjadi tempat penumpukan sampah plastik, dedaunan kering, dan endapan lumpur. Akibatnya, ketika hujan turun, genangan air bahkan banjir kecil kerap terjadi, mengancam kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan masyarakat.
Lebih dari Sekadar Pembersihan, Ini adalah Sebuah Gerakan
Pukul 08.00 WITA, Serma Afzalul sudah berada di lokasi, memimpin persiapan. Satu per satu warga mulai berdatangan dengan peralatan seadanya. Kaum ibu, bapak-bapak, hingga pemuda turun langsung ke selokan, tidak peduli dengan kotoran dan bau yang menyengat. Mereka bekerja dengan cekatan, mengangkat sampah demi sampah, mencangkul lumpur yang telah mengendap, dan memastikan setiap bagian saluran terbebas dari halangan.

Baca Juga: Suasana Mencekam di Wisma Sidrap, 25 Menit Terakhir Berujung Tragedi Berdarah
“Ini bukan sekadar masalah selokan mampet. Ini adalah masalah bersama yang membutuhkan solusi bersama. Kegiatan hari ini adalah wujud nyata kepedulian kami, Babinsa, untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya di saat-saat sulit, tetapi juga dalam membangun pencegahan,” ujar Serma Afzalul dengan semangat, sambil tak segan mengangkat bongkahan sampah yang besar.
Dia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, adalah fondasi penting untuk mencegah bencana seperti banjir dan wabah penyakit yang dibawa oleh nyamuk. “Saluran air yang lancar berarti lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat adalah awal dari masyarakat yang produktif dan sejahtera,” tambahnya.
Silaturahmi yang Diperkuat oleh Lumpur dan Keringat
Yang menarik dari kegiatan ini adalah nuansa kekeluargaan yang sangat kental. Suasana tidak tegang, justru penuh dengan canda tawa dan obrolan ringan. Kegiatan gotong royoyng ini berhasil menjadi media pemersatu yang efektif. Sementara tangan mereka sibuk bekerja, mulut mereka tidak berhenti bercengkrama, membicarakan hal-hal seputar kampung, keluarga, dan rencana pembangunan lainnya.
Seorang warga, Pak Darwis (45), mengungkapkan rasa syukurnya. “Selama ini kami sering khawatir kalau hujan deras. Air pasti meluap karena saluran ini sudah penuh. Alhamdulillah, dengan adanya pak Babinsa yang mengkoordinir, kami jadi semangat untuk bergotong royong. Ini sangat membantu kami. TNI memang selalu di hati rakyat.”
Pendapat senada diungkapkan oleh Ibu Sari (38), salah satu warga yang aktif membersihkan. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala, tidak hanya menunggu sampai mampet lagi. Dengan begitu, lingkungan kita akan selalu bersih, nyaman, dan yang paling penting, anak-anak kita terhindar dari penyakit.”
Investasi Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Aksi kerja bakti yang berlangsung selama beberapa jam tersebut berhasil membersihkan puluhan meter saluran air. Sampah dan lumpur yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut ke tempat pembuangan sementara untuk diolah lebih lanjut. Hasilnya langsung terlihat: saluran air yang lebih dalam dan bersih, siap menyalurkan air hujan dengan lancar.
Kegiatan Serma Afzalul dan warga Tanru Tedong ini adalah sebuah contoh nyata leadership di tingkat akar rumput. Ini membuktikan bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas pada tugas pertahanan dan kemananan semata, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan pemeliharaan lingkungan. Sebuah sinergi yang indah antara TNI dan rakyat, dimana keduanya saling bahu-membahu untuk menciptakan kebaikan bersama.
Akhirnya, jejak yang ditinggalkan bukan hanya berupa saluran yang bersih, tetapi juga jejak persaudaraan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial yang tertanam kuat di hati setiap warga. Sebuah investasi kecil berupa keringat dan waktu yang akan berbuah menjadi lingkungan yang lebih sehat, hubungan yang lebih erat, dan ketahanan masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi segala tantangan di masa depan. Tanru Tedong telah memberikan pelajaran berharga: kebersamaan adalah kunci dari kemajuan.








