NEWS BARRU – Jembatan Barru menyoroti ironi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Saat warga sangat membutuhkan akses penghubung yang aman dan layak, aparat kepolisian justru mengambil peran aktif membangun jembatan vital tersebut. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Barru memilih mengalokasikan perhatian dan anggaran untuk pembangunan taman kota.

Jembatan Barru memiliki peran penting bagi mobilitas warga, khususnya petani, pelajar, dan pedagang. Warga setiap hari melintasi jembatan ini untuk mengangkut hasil panen, bersekolah, dan menjalankan aktivitas ekonomi. Kondisi jembatan sebelumnya membahayakan keselamatan karena struktur lama tidak lagi memadai. Melihat situasi tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat dengan bergotong royong bersama masyarakat membangun jembatan darurat yang lebih aman.
Baca Juga : Akses Dua Dusun Terisolasi, Brimob–Polres Barru Dirikan Jembatan Gantung
Langkah kepolisian mendapat apresiasi luas dari warga setempat. Masyarakat menilai tindakan tersebut mencerminkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar rakyat. Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir langsung menjawab persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan warga Barru.
Ironi muncul ketika publik membandingkan aksi tersebut dengan kebijakan Pemkab Barru. Pemerintah daerah justru gencar membangun taman dan fasilitas estetika di pusat kota. Pembangunan taman memang memperindah wajah daerah, namun warga desa berharap pemerintah lebih memprioritaskan infrastruktur vital seperti jembatan, jalan, dan fasilitas umum lainnya.
Jembatan Barru kini menjadi simbol kritik masyarakat terhadap arah kebijakan pembangunan daerah. Warga berharap Pemkab Barru segera melakukan evaluasi dan menyusun skala prioritas yang berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat. Infrastruktur dasar yang layak akan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar akses pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, pembangunan Barru dapat berjalan lebih seimbang. Jembatan Barru menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati harus berangkat dari kebutuhan rakyat, bukan sekadar mempercantik wajah kota.








