Bantuan Bedah Rumah bagi Warga Lanjut Usia Wujudkan Kepedulian Sosial dan Sinergi Pemerintah-Relawan

News Barru – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan secara langsung bantuan bedah rumah kepada seorang warga lanjut usia, Mak Lebang, di Desa Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, pada Jumat (18/7/2025). Penyerahan bantuan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Abustan Andi Bintang, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, serta unsur Forkopimda Kabupaten Barru, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat keamanan, dan masyarakat.
Program Bedah Rumah: Langkah Nyata Pemerintah Sulsel
Program bedah rumah ini merupakan inisiatif dari Gubernur Sulsel melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Baznas Kabupaten Barru, Baznas Sulsel, dan komunitas Andalan Sulsel Peduli. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia atau keluarga pra-sejahtera yang memiliki rumah tidak layak huni.
Gubernur Andi Sudirman menyampaikan, “Kami memberikan bantuan rumah bersama Ibu Bupati. Alhamdulillah, pembangunan rumah sudah selesai dan kini Mak Lebang dapat menempati rumah yang layak serta nyaman untuk kehidupan sehari-hari. Ini adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan seluruh warga, terutama yang rentan, memiliki tempat tinggal yang aman dan sehat.”
Sinergi Berbagai Elemen dalam Pembangunan Rumah
Koordinator Andalan Sulsel Peduli, Usman Jaya, menjelaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Baznas, komunitas relawan, dan masyarakat lokal. “Anggaran untuk pembangunan inti rumah dibiayai oleh Dinas Sosial Sulsel, sementara Pemkab Barru menyediakan lahan, tenaga, serta dukungan logistik secara swadaya,” ujar Usman.
Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan rumah ini luar biasa. Banyak warga secara sukarela membantu pengerjaan, baik dalam bentuk tenaga kerja maupun penyediaan material tambahan, sehingga proses pembangunan berlangsung lebih cepat dan efektif. Usman menegaskan, “Kami berupaya menjadi perpanjangan tangan Gubernur yang dekat dengan masyarakat, memastikan bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan. Kami akan terus mendukung kegiatan seperti ini secara berkelanjutan, terutama untuk warga lansia dan pra-sejahtera.”
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Warga
Bantuan bedah rumah tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan fisik dan mental penerima manfaat. Warga lanjut usia seperti Mak Lebang kini memiliki akses lebih baik terhadap lingkungan yang aman dan higienis, mengurangi risiko penyakit akibat kondisi rumah yang buruk.
Selain itu, program ini meningkatkan solidaritas sosial di antara warga. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan rumah membantu memperkuat rasa gotong royong, nilai sosial, dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus membuka peluang ekonomi kecil bagi warga yang terlibat dalam proyek, seperti tukang lokal dan penyedia material.
Rencana Berkelanjutan
Pemerintah Sulsel dan Pemkab Barru berkomitmen untuk memperluas program ini ke desa-desa lain, terutama wilayah yang memiliki banyak warga lanjut usia, keluarga pra-sejahtera, dan rumah tidak layak huni. Program ini dirancang sebagai model kolaboratif antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, dengan tujuan:
-
Meningkatkan akses warga terhadap hunian layak dan sehat.
-
Mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan warga rentan.
-
Mendorong budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tingkat desa.
-
Memberikan pengalaman bagi relawan dan komunitas dalam mengelola proyek sosial.
Dengan model ini, diharapkan setiap bantuan rumah tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat, membangun solidaritas sosial, dan memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.
Gubernur Andi Sudirman menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Sulawesi Selatan, termasuk di Kabupaten Barru, dapat hidup dengan layak. Program ini bukan hanya soal rumah, tetapi tentang kehidupan yang lebih manusiawi, aman, dan bermartabat. Kami akan terus bekerja sama dengan Pemkab Barru, Baznas, dan relawan untuk memperluas dampak positif ini.”








