NEWS BARRU – Wabup Barru buka workshop perhutanan sosial terintegrasi sebagai upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola hutan secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai strategi pengelolaan sumber daya hutan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barru menekankan bahwa perhutanan sosial bukan hanya soal konservasi hutan, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat. Ia meminta peserta workshop aktif berpartisipasi, menyerap ilmu, dan menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan hutan agar berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal.
Baca Juga : PPSDM Migas Perkuat Kompetensi SDM Melalui Pelatihan Teknik Listrik Migas Tingkat Teknisi Sistem Utilitas
Wabup Barru buka kesempatan diskusi interaktif bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan ide. Pemerintah daerah menilai workshop ini penting untuk membangun sinergi antara warga, pemerintah, dan pihak swasta dalam mendukung program perhutanan sosial terintegrasi. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan efektivitas pengelolaan hutan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selain aspek teknis, workshop menekankan pentingnya dokumentasi dan pelaporan kegiatan hutan sosial. Pemerintah daerah mendorong peserta untuk menerapkan sistem monitoring yang jelas agar pengelolaan hutan tetap transparan dan akuntabel. Pendekatan ini juga memudahkan pemerintah menilai keberhasilan program dan mengidentifikasi area yang memerlukan pembinaan tambahan.
Melalui kegiatan ini, Wabup Barru menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan perhutanan sosial terintegrasi. Workshop ini menjadi langkah strategis membangun masyarakat mandiri yang mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Pemerintah daerah berharap program ini memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat di Barru.